Friday, February 29, 2008

Siklus Desal (Desalination Plant)

Desalination Plant atau Desal adalah Plant yang digunakan untuk mengolah air laut untuk dijadikan air tawar / air baku produksi. Didalam unit pembangkit peran Desal sangat diperlukan karena menyediakan air sebagai bahan baku produksi listrik.

Sebenarnya ada 2 prinsip kerja Desalination plant, tetapi hanya kuambil satu, karena hanya satu itu yang lumayan ngerti dan pernah ikut naik turun dan lari-lari untuk mengoperasikannya. Ya, meski saat ini lebih banyak berkutat didepan komputer dan bisa dibilang awam sama yang namanya unit, tapi pernah jadi operator unit juga selama satu bulan dalam rangka pengenalan unit pembangkit.

Dalam system kerja Desal, yang pertama diperhatikan adalah menurunkan tekanan pada ruang pengolahan air / Chamber yang dikenal dengan sebutan Vakum. Dengan menurunkan tekanan udara pada chamber, maka nantinya air tidak harus menunggu suhu 100 derajat celcius untuk mendidih dan menguap. Hal ini menggunakan logika pendaki gunung. Saat si pendaki memasak air di puncak gunung, tidak sampai 100 derajat celcius air sudah mendidih. Hal ini dikarenakan tekanan udara di puncak gunung lebih rendah daripada di dataran rendah.

Membuat vakum di ruang chamber dilakukan dengan cara menyemprotkan uap pada ruang chamber. Uap ini nantinya akan keluar bersama udara dan kemungkinan sisa-sisa air yang menempel di dalam chamber melalui ejector. Pada awal operasi, ejector mengeluarkan suara yang super bising, karena tidak hanya udara yang keluar, tetapi juga titik-titik air. Jika ingin membayangkan prinsip kerja tekanan uap dan ejector, bisa melihat pada prinsip kerja obat nyamuk semprot yang berbentuk seperti pada gambar berikut ini.

Anggap saja tabung tekan (P1) adalah ejector, sedangkan tabung yang berisi minyak obat nyamuk adalah chamber (P3). Pada awalnya tekanan di P1, P2 dan P3 sama.

Ketika pada tabung tekan diberi tekanan, maka otomatis tekanan udara di P1 menjadi tinggi. Udara keluar melalui lubang kecil (P2). Tekanan di P2 otomatis menjadi sangat rendah, karena Tekanan (P) dan Luas penampang (A) berbanding terbalik. Karena tekanan di P2 rendah, cairan yang terdapat di P3 menjadi tersedot ke luar karena seolah-olah tekanan di P3 lebih besar dari P2. Bukannya prinsip udara / air adalah bergerak ke tempat yang bertekanan lebih rendah.

Begitu juga prinsip kerja ejector pada desal. Saat pertama kali Desal distart, maka titik-titik air di dalam chamber juga akan ikut keluar karena ikut terseret oleh aliran tekanan uap. Pada akhirnya jika vakum telah tercapai, maka yang keluar dari ejector tinggal uap saja.

Oke sekarang vakum telah tercapai. Maka kita mulai mengalirkan air laut ke dalam chamber.

  1. Air laut di pompa oleh Sea water pump (Lihat Nomor 1 pada gambar).
  2. Air laut masuk kedalam chamber melalui pipa yang letaknya paling atas (Lihat Nomor 2).
  3. Air laut ini lewat chamber dan akhirnya dipanaskan di Birine Heater (Lihat nomor 3).
  4. Air masuk kembali kedalam chamber. Karena ada Vakum, maka sebagian air akan menguap (Lihat nomor 4).
  5. Air akan terus naik dan melalui pipa yang dilewati oleh air laut yang baru masuk kedalam chamber dan belum melalui proses pemanasan (Lhat nomor 5). Terjadi perpindahan panas disini. Air yang baru masuk menjadi lebih hangat karena terkena uap. Dengan adanya pemanasan ini ada efisiensi thermal sehingga di birine heater nantinya tidak diperlukan uap yang terlalu tinggi suhunya untuk memanaskan. Disisi lain, air yang menguap tadi (nomor 4) menjadi terkondensasi karena terkena pendingin.
  6. Air yang terkondensasi adalah produk desal dan dipompakan oleh distillate Pump menuju Make Up Tank (MUT) tempat penyimpanan air desal.
  7. Sedangkan air laut yang tidak menguap akan dibuang kembali ke laut.

Nah beginilah siklus desal yang bisa kujelaskan. Di Arab, desalination plant adalah salah satu plant yang sangat berguna karena jarang terdapat air tawar disana (secara disana semuanya pasir doing). Karena itu mereka setiap hari mengandalkan alat ini untuk mendapatkan tetes demi tetes air.

Tulisan ini sebelum naik blog, sudah melewat proses edit dan perbaikan dari Deputi Manajerku, Bapak Sunoto, jadi Insha Allah valid :D. Semoga bermanfaat.


0 Comments:

 

Copyright(r) by wongkentir