Thursday, June 26, 2008

Forza Azzuri. Better Luck Next Time

Yup Italia, Italia, Italia. Turnamen Piala Eropa untuk kesekian kalinya tidak berakhir manis untuk Italia. Tidak seperti di Piala Dunia dimana Italia menjadi juara 4 kali dari 18 kali penyelenggaraan, di Piala Eropa Italia hanya menjadi juara satu kali saja. Itupun sudah lama berselang, tepatnya di tahun 1968.

Di Piala Eropa edisi kali ini, Italia hanya mampu bertahan hingga babak perempat final. Di babak ini, mimpi Italia untuk menyandingkan piala dunia dengan piala eropa seperti yang dilakukan perancis (Piala Dunia 98 dan Piala Eropa 2000) dan jerman (Piala Eropa 1972 dan Piala Dunia 1974) kandas setelah dikalahkan Spanyol lewat adu tendangan penalti. Meski kandas di perempat final, prestasi ini setidaknya lebih baik dari pada euro 2004 di portugal 4 tahun lalu dimana italia kandas di babak awal karena gagal bersaing dengan denmark dan swedia.

Sebenarnya materi tim Italia yang kali ini dilatih Roberto Donadoni cukup menjanjikan. Tim masih bermaterikan sebagian besar pemain yang membawa Italia juara dunia 2 tahun lalu minus Fransesco Totti dan Alessandro Nesta yang mengundurkan diri dari timnas. Belum lagi didukung oleh top skorer dua liga top dunia, yakni Alessandro Del Piero yang menjadi capocanieri serie A dan Luca Toni, sang top scorer bundesliga.

Perjalanan Italy di Euro 2008 kali ini diawali dengan start yang buruk. Berada di grup neraka yang dihuni oleh Runner Up Piala Dunia Prancis, Juara Eropa 88 Belanda dan kuda hitam Rumania, Italia seperti menanggung beban yang sangat berat sebagai Juara Dunia. Nasib buruk Italia lebih terasa lagi ketika tim harus kehilangan kapten kharismatik Fabio Cannavaro hanya beberapa hari sebelum pertandingan pertama dimulai karena cedera saat latihan.

Akibatnya di pertandingan pertama, Italia di hantam Belanda 0 – 3. Sebuah hasil yang menghapus rekor Belanda yang tidak pernah menang atas Italia sejak 1978. Ruud Van Nistelrooy, Wesley Sneijder dan Giovanni Van Bronckhost menjadi mimpi buruk pertahanan Italia yang di galang oleh Marco Materazzi dan Andrea Barzagli yang tampil sebagai starter. Pemain Italia yang menjadi starter pada pertandingan kali ini adalah, Buffon, Panucci, Materazzi, Barzagli, Zambrotta, Pirlo, Gattuso, Ambrossini, Di Natale, Camoranesi, Luca Toni.

Di babak kedua, Pelatih Roberto Donadoni melakukan pergantian yang cukup efektif, menggantikan marco materazzi dengan bek kiri pahlawan italia 2 tahun lalu fabio grosso yang otomatis menggeser posisi panucci dari bek kanan ke bek tengah dan zambrotta dari bek kiri ke bek kanan. Penggantian ini cukup efektif dan membuat pertahanan italia sedikit lebih tangguh. Dari segi penyerangan, Italia bermain monoton sehingga mudah sekali dipatahkan oleh pertahanan belanda. Andrea Pirlo sendiri mengkritik taktik Donadoni yang memasang 2 pemain gelandang bertahan untuk mendampinginya yakni Gattuso dan Ambrosini. Menurut Pirlo, harusnya salah satu dari mereka digantikan oleh Danielle De Rossi yang lebih kreatif dan mempunyai naluri menyerang.

Di pertandingan kedua melawan Rumania, Permainan Italia mulai menampakkan progress yang cukup baik. Pertandingan kali ini, Italia menampilkan starter Buffon, Zambrotta, Panucci, Chiellini, Grosso, Pirlo, De Rossi, Perotta, Del Piero, Camoranesi, Luca Toni. Beberapa peluang tercipta di babak pertama untuk Italia. Peluang terbaik dimiliki oleh Luca Toni. Sundulan pemain Bayern Muenchen ini berhasil melesak ke gawang Bogdan Lobont. Sayangnya wasit menganulir gol tersebut karena Toni dianggap dalam posisi off-side. Padahal dalam tayangan lambat tampak bahwa posisi Toni on-side. Babak pertama berakhir dengan 0 – 0. Di babak kedua kendali serangan masih dipegang Italia. Karena keinginan untuk menang yang begitu tinggi, Italia menampilkan permainan menyerang. Hanya saja serangan yang ditampilkan terlalu monoton. Hanya mengandalkan umpan silang dari sayap saja.

Pertahanan Italia sendiri cukup tangguh kali ini. Kredit poin layak diberikan kepada Giorgio Chiellini yang bermain sangat ciamik. Menurutku, pemain ini layak disebut penerima tongkat estafet bek2 tangguh italia setelah masa Beppe Bergomi, Franco Baresi, Paolo Maldini, Alessandro Nesta, dan Fabio Cannavaro. Hanya saja karena blunder fatal dari Zambrotta, gawang Buffon akhirnya bobol juga oleh tendangan Adrian Mutu. Untung semenit kemudian, melalui sebuah kemelut di muka gawang, Christian Panucci yang melakukan overlapping ke depan, berhasil membuat gol penyama hingga italia lolos dari kekalahan. Rumania sebenarnya mempunyai peluang meraih kemenangan, andai saja penalti Adrian Mutu di Menit 82 tidak di gagalkan dengan cemerlang oleh Buffon.

Dari hasil matchday 2 ini, misi berat harus ditanggung Italia di pertandingan terakhir melawan Prancis. Untuk lolos ke perempat final, Italia harus menang melawan prancis, sedangkan di pertandingan lain, Rumania tidak boleh menang lawan Belanda.

Pertandingan ketiga menjadi happy ending bagi Italia di fase grup. Bermain dengan determinasi tinggi sejak menit awal, Italia akhirnya berhasil menaklukan Prancis 2 -0 lewat penalti Pirlo dan free-kick De Rossi yang sempat membentur kaki Thierry Henry. Kemenangan ini memang sedikit berbau keberuntungan karena faktor penalti dan kartu merah Abidal. Belum lagi cederanya Frank Ribery di awal laga. Di pertandingan lain, tim lapis kedua belanda menang atas Rumania 2 – 0 sehingga Italia berhak mendampingi Belanda sebagai runner up grup. Tapi kemenangan ini harus dibayar mahal dengan absennya Pirlo dan Gattuso di babak perempat final melawan Spanyol karena akumulasi kartu.

Babak perempat final tampaknya menjadi partai terakhir skuadra azzuri di euro kali ini. Menghadapi spanyol dengan David Villa dan Fernando Torresnya, Italia tertekan sepanjang 120 menit. Serangan Italia sama sekali tidak tajam. Monoton dan tanpa kreasi. Dampak kehilangan Pirlo sangat terasa disini. Luca Toni masih mandul. Tapi Italia sempat mempunyai peluang emas lewat Mauro Camoranesi dan Di Natale. Tapi keduanya berhasil diselamatkan secara gemilang oleh Iker Casillas. Penampilan Gemilang Casillas berlanjut saat babak adu penalti. Sang Kapten berhasil memblok penalti milik De Rossi dan Di Natale sehingga terhentilah langkah Italia di Euro kali ini.

Sebagai fans Azzuri, sedih rasanya melihat kegagalan ini. Melihat permainan Azzuri selama turnamen berlangsung, tampaknya akan banyak PR yang harus segera diselesaikan suksesor Roberto Donadoni (jika Donadoni jadi diganti). PR itu harus selesai sebelum Kualifikasi Piala Dunia 2010 yang dimulai sekitar bulan september. Tapi selain PR ada juga hikmah di turnamen kali ini. Yang terbesar tentu saja penampilan cemerlang Chiellini. Selain itu Italia juga harus mulai melakukan peremajaan tim. Pemain muda macam Alberto Aquilani, Marco Boriello, Ricardo Montolivo harus mulai banyak diberi kesempatan bermain agar tidak canggung lagi kala berlaga di turnamen besar. Semoga Italia bisa berjaya mempertahankan Piala Dunia di Afrika Selatan 2010

Forza Azzuri. Better Luck Next Time!!!

1 Comment:

Anonymous said...

Boys don't cry... Semangat!!

 

Copyright(r) by wongkentir