Monday, December 03, 2007

Staying-Alive

Tanggal 1 Desember kemarin hampir semua stasiun televisi menanyangkan tentang hal yang sama, jadinya pingin ikutan nulis sedikit tentang hari Sabtu 1 Desember 2007 kemarin.

1 Desember kemarin, orang-orang diseluruh dunia memperingati hari HIV/AIDS sedunia. Banyak kegiatan yang dilakukan untuk memperingatinya, termasuk di Indonesia. Ada yang bagi-bagi brosur, ada yang bagi-bagi kondom hingga ngadain konser musik seperti yang dilakukan MTV.

Konser musik bertajuk MTV Staying Alive yang digelar di lapangan D Senayan Jakarta tepat tanggal 1 Desember kemarin itu dimeriahkan oleh banyak artis papan atas mulai dari Ungu, Samsons, Nidji, ST 12 hingga Bunga Citra Lestari. Konsep yang ditawarkan dalam acara yang disiarkan langsung oleh Global TV kemarin cukup menarik.

Tiap-tiap musisi yang tampil dan penonton yang hadir disana diberi kalung bergantung sebuah kunci. Kunci disini sebagai sebuah perumpamaan, bahwa dalam setiap hidupnya manusia memegang kuncinya sendiri-sendiri yang bisa digunakan untuk membuka pintu manapun yang dia inginkan. Nah dengan adanya acara ini, diharapkan kita bisa lebih bijak untuk membuka pintu mana yang benar-benar bermanfaat untuk kita.

Sebuah perumpamaan yang menurutku sangat menarik. Dan menurutku lebih bermanfaat dan mendidik daripada membagi-bagikan kondom yang katanya untuk sex safe. Menurutku, kenapa kita enggak berkampanye untuk tidak melakukan free sex. Bukannya malah bagi-bagi kondom, yang akhirnya sepintas bisa disimpulkan, free sex itu boleh, asal pake kondom.

Saat ini Indonesia adalah Negara dengan prestasi nomor satu di dunia dalam hal pertumbuhan penderita HIV/AIDS (sumber Kompas). Sebuah prestasi yang cukup memalukan dan membuktikan lemahnya pemerintah, dalam hal ini khususnya Departemen Kesehatan dan departemen sosial dalam menangani masalah HIV/AIDS.

Di Indonesia hamper 40 % penderita HIV/AIDS disebabkan oleh pecandu narkoba yang bergantian jarum suntik (sumber Kompas). 30 % disebabkan oleh hubungan sex bebas, sedangkan sisanya lewat transfusi darah, ibu kepada anaknya dll. Dan sebagian besar diantaranya yang terkena adalah para remaja usia produktif antara 17 – 25 tahun Ini berarti bisa disimpulkan, penyebaran HIV/AIDS di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh perilaku hidup manusia Indonesia itu sendiri. Terutama anak-anak muda yang tengah mencari jati diri. Banyak diantara mereka yang selalu ingin mencoba hal-hal baru. Apalagi kalau ternyata mereka diperolok oleh teman-temannya jika gak berani nyoba. Yang katanya gak jantan lah, gak gaul lah, gak modern lah dsb. Hal ini tentunya membuat mereka jadi “panas” dan tanpa sadar sudah terpengaruh oleh bujuk rayu teman – yang sebenarnya gak layak disebut teman – dan akhirnya terjebak di dunia gelap.

Ah, kok aku jadi nulisnya banyak gini, niatnya kan nulis sedikit. Ya udah, gini aja dulu unek-unek yang pingin kusampaikan.

Terakhir, jadi teringat kata-kata Giring Nidji sebelum menyanyikan lagu berjudul “Arti Sahabat” di acara MTV Staying Alive kemarin. “Kita berharap semoga penyebaran HIV/AIDS di dunia bisa berhenti sehingga kita tidak perlu memperingatinya lagi”

Guys, Always say no to drugs. Itu semua gak ada gunanya sama sekali. Juga selalu jauhi free sex. Jadilah orang yang bertanggung jawab.

0 Comments:

 

Copyright(r) by wongkentir