Sunday, July 15, 2007

Indonesia vs Saudi Arabia On AFC Asian Cup 2007

Akhirnya aku bisa nonton langsung Piala Asia. Rasanya seneng banget. Empat hari yang lalu aku telah melewatkan pertandingan pertama Indonesia melawan Bahrain. Padahal tiket sudah ditangan karena sudah pesan jauh-jauh hari sebelumnya. Tapi virus (atau bakteri ya) typhus telah membuatku tak berdaya dan tak sanggup untuk mendukung timnas.

Pertandingan dimulai jam ½ 8 malam, tapi aku dan temen2 sudah berangkat dari kos ketika waktu masih menunjukkan jam 4 sore. Rencananya kami mau cari2 kaus dan syal Indonesia untuk lebih bersemangat mendukung timnas. Kekuatan kami saat itu 7 orang, Surya, Fajar, Bang Napi, Boombox, Mas Indra Budi, serta 2 teman Bang Napi yang datang langsung dari Solo ke Jakarta yakni Qomar dan Saiful.

Setengah jam kemudian kami sudah sampai stadion. Diluar dugaan, stadion sudah sangat ramai. Butuh waktu ½ jam untuk berburu kaus dan syal seharga rata2 25 ribu rupiah. Pengamanan stadion sangat ketat. Ada 3 pintu yang harus dilalui oleh penonton untuk bisa masuk stadion.

Yang pertama pintu masuk komplek stadion. Kami bertujuh masuk lewat pintu timur, yang lebih dikela pintu TVRI karena lokasinya di dekat TVRI. Suasana di pintu sudah sangat ramai. Apalagi disamping pintu itu terdapat tiket box yang tiketnya sudah ludes. Sementara antrian sendiri masih terus bertambah karena mereka tampaknya masih tidak percaya tiket sebanyak itu bisa ludes dalam waktu singkat.

Sulit sekali rasanya untuk menerobos kerumunan antrian itu. Apalagi beberapa dari mereka sudah mulai banyak yang frustasi dan emosional karena sudah antri sejak pagi. Untunglah beberapa petugas keamanan cukup sigap. Begitu tahu kalau kami sudah memiliki tiket, mereka langsung mengamankan kami agar bisa masuk ke komplek stadion. Sebelumnya badan kami diperiksa dan tas-tas digeledah untuk mencari barang-barang terlarang yang berpotensi sebagai biang kerusuhan.

Cek tiket terjadi lagi di pintu masuk pelataran stadion. Penggeledahan untuk kedua kalinya terjadi lagi. Kami bertujuh berfoto-foto sejenak didepan stadion. Suasana di pelataran sedikit lebih lengang daripada di halaman tempat kami membeli kostum dan syal tadi. Ini karena yang bisa masuk sini hanya penonton yang telah bertiket.

Puas berfoto-foto, kami masuk stadion. Disini aku, bang napi, fajar, boombox dan mas indra harus berpisah dengan Qomar dan saiful, karena kami berlima tiketnya kategori 4, sedangkan mereka kategori 2.

Kami masuk lewat sektor 13. Dan ternyata disana penonton sudah ramai. Untuk kategori 4, sektor 12 dan 13 memang sektor paling ramai karena mempunyai luas pandangan paling bagus. Sektor 12 dan 13 tepat berada di tengah stadion. Gegap gempita sudah terasa meski pertandingan masih 2.5 jam lagi.

Pertandingan sendiri berlangsung seru dan menegangkan. Arab mencetak gol lebih dulu lewat Yaseer. Seketika itu peonton di GBK pun terbungkam. Tapi beberapa menit kemudian stadion bergetar lagi setelah Elie Aiboy mencetak gol penyama. Setelah itu permainan menjadi berimbang. Pemain ke-12 Indonesia tak henti-hentinya bernyanyi, berteriak untuk mendukung timnas.

Babak kedua, kami dibuat spot jantung oleh permainan Arab yang agresif. Yasser dan Malek terus-terusan menebar ancaman buat gawang Indonesia. Detak jantung sempat terhenti ketika melihat Yasser berlari sendirian berhadapan dengan Yandri Pitoy, tetapi untung sebuah tekel bersih dari Maman Abdurrahman menggagalkan peluang Arab. Lega sesaat.

Tapi pada akhirnya kami semua kecewa. Sebuah gol di babak injury time menggagalkan 1 poin yang sudah didepan mata. Belum lagi keputusan wasit Al Badawi yang sangat kontroversial dan bikin hati ini kesal. Lha iya, kok bisa-bisanya AFC milih wasitnya dari sesama Negara Arab.

Meski kecewa, kami semua bangga pada tim. Terus terang, meski kalah baru pertama kali ini aku merasa bangga dengan timnas Indonesia. Rasanya terharu banget melihat perjuangan yang tak kenal lelah dari para pemain.

Yah, meski kalah masih ada kesempatan untuk membuat sejarah lolos ke perempat final. Cukup seri dengan rep korea sudah cukup, tetapi mampukah timnas menahan gempuran Rep Korea? Yah kita harus optimis!


0 Comments:

 

Copyright(r) by wongkentir