Sunday, February 12, 2006

At The Beginning For The First Time

Everything always has a beginning.

Akhirnya aku ikutan juga bikin blog. Sebenarnya kalau aku dibilang suka ngeblog sih enggak, soalnya jarang banget aku nulis, menumpahkan sesuatu atau.. yach.. sekedar corat-coret di sebuah diary. Tapi aku juga gak mau kalau dibilang ikut-ikutan, karena memang ....... mmm ... aku gak ikut2an.

Sebenarnya aku suka banget nulis. Beberapa cerpen dan novel pernah lahir dari tanganku, meski itu semua awalnya hanya kusimpan rapi di MyDocument. Malu dan nggak pede rasanya kalau harus mengirimkan cerpen2 itu ke redaksi majalah, karena menurutku... gak mutu sama sekali, he he


Tapi pada akhirnya pernah juga aku nekat kirim beberapa novelku ke redaksi sebuah majalah.... dan hasilnya...... Alhamdulillah, akhirnya nongol juga namaku di majalah itu, meski tertulisnya dibawah sebuah permintaan maaf karena cerpennya tidak dimuat. Mungkin saat itu redaksinya ngerasa kasihan sama aku.


Saat itu juga tiba-tiba aku jadi males lagi buat berkarya. Aku ngerasa gak ada bakat buat nulis. Hingga pada akhirnya di suatu siang yang panas. Saat itu aku tengah pulang sekolah. Ketika tengah berjalan pulang, tiba-tiba dadaku tertabrak oleh selembar kertas yang sedari tadi terbang dipermainkan angin. Dengan sedikit kesal, kuambil kertas itu dan hendak kubuang. Tiba-tiba tanpa sadar mataku membaca beberapa huruf yang tercetak di kertas itu. Saat itu juga kesalku hilang. Kertas itupun tak jadi kubuang, dan malah kulipat rapi untuk kumasukkan kedalam tas.

Sampai rumah, aku langsung membaca tulisan-tulisan di dalam kertas itu. Sebuah profil dari penulis muda Indonesia yang telah menelurkan berpuluh-puluh buku yang telah terjual lebih dari satu juta eksemplar. Sampai pada akhirnya, didalam tulisan itu, aku membaca sebuah kata-kata penyemangat yang tidak akan pernah terlupakan sampai saat ini.


"Bakat bagi seseorang hanya berperan satu persen, sisanya adalah kerja keras"

Saat itu juga semangatku langsung tumbuh. Aku terus berusaha dan berusaha, dan hingga pada akhirnya namaku muncul kembali, termuat di sebuah majalah. Dan yang membuatku bangga, kali ini namaku terpampang rapi dibawah sebaris judul cerpen buatanku dan diatas beberapa paragraf cerpen karyaku.


Sesaat setelah pemuatan perdana cerpenku, aku pun kembali merenung...... memang benar, Bakat bagi seseorang hanya berperan satu persen, sedangkan sisanya adalah kerja keras


0 Comments:

 

Copyright(r) by wongkentir